Menjemput Sampah Laut

Oleh Azzalea Wahyu Pranindya

 

             Libur telah tiba, Zaza dan Riri bersiap pergi ke pantai. Setelah menempuh perjalanan 20 menit mereka tiba di pantai. Langit biru  mentari cerah udara masih segar ombak kecil berkejaran seakan menyambut kedatangan Zaza dan Riri, mereka memarkirkan dibawah pohon cemara udang. Selesai memakai kacamata renangnya  Zaza langsung berenang di laut tapi tetap berada di area yang aman. Zaza berenang layaknya dolpino, tokoh animasi lumba-lumba kesukaanya. Riri asyik di atas pelampungnya seperti orang yang sedang berjemur matahari.
Zaza melihat kea rah Riri lalu mendekatinya Zaza ingin juga naik diatas pelampung seperti Riri jadinya mereka berboncengan pelampung. Tiba-tiba telapak kaki Riri tersangkut dan terjebak didalamnya Zaza langsung membantu Riri, mereka tampak kesulitan Riri panik hampir menangis, Zaza menenangkanya dan berusaha mencari bantuan kea rah sekitar. Seseorang datang mendekat segera dia menarik benda tersebut dari telapak kaki Riri ternyata sebuah gelas plastik bekas air minum. Seseorang tadi langsung memungut dan memasukanya kedalam keranjang besar yang dia bawa pada bahunya kemudian dia berkata  “ Hati-hati ya dik kalau main di pantai kadang  banyak benda yang berbahaya contohnya sampah plastik yang membahayakan “
“ Kenalkan aku Kak Samudera biasa dipanggil Kak Sam” Ucap seorang yg menolong Zaza dan Riri.
“ Aku Zaza dan ini sepupuku Riri “ jawab Zaza
“ Iya kak Sam, terimakasih sudah menolong kami “  jawab Zaza dan Riri kompak
“ Kenapa ya… masih ada saja orang yang membuang samapah di laut ?” Riri bertanya pada dirinya sendiri.
“ Iya, kenapa ya…?  padahal itu kan sangat membahayakan untuk manusia , makhluk hidup yang ada dilaut dan membuat lingkungan pantai tercemar  apalagi sampah plastik tidak dapat hancur meskipun bertahun -tahun “ sahut Zaza.
“ Kalian benar sekali, sampah plastik tidak dapat terurai dalam waktu yang lama” puji kak Sam.
“ Apa kalian sering bermain di pantai ?” Tanya kak Sam.
“ iya Kak, setiap liburan kami selalu datang ke pantai” jawab Riri.
“ Oh ya sama dengan Kak Sam, yang senang pergi kepanatai untuk berselancar dan yang lebih penting untuk menjemput sampah di laut “ sahut Kak Sam.
“ Wah keren banget kak Sam udah jago selancar juga tetap menjaga kebersihan laut” ucap Zaza  kagum sambil mengacungkan kedua ibu jarinya kea rah Kak Sam.
Kak Sam adalah seorang peselancar dan mahasiswa teknik lingkungan dia bersama komunitasnya akan mengadakan kegiatan untuk anak-anak  yang bertujuan untuk mengajak anak –anak agar menjaga kebersihan laut . Acaranya bernama  Menjemput Sampah di Laut sealain asyik hadihnya juga menarik.
Zaza dan Riri pun tak mau ketinggalan mengikuti acara itu. Kak Sam membagikan kantong besar kepada setiap peserta . Peserta  adalah tim terdiri dari dua orang, peserta  diminta untuk menjemput sampah-sampah plastik sebanyak  banyaknya yang ada di pinggir laut untuk yang paling banyak mengumpulkan akan mendapat hadiah berkeliling  laut sekitar menaiki banana boat. Zaza dan Riri semanga t sekali saling membantu mencari dan memasukan sampah kedalam kantong besar sampai tidak terasa punggung  terasa pegal dan bergantian membawakan kantong,  tandanya  sampah plastik yang mereka dapatkan sudah banyak segera mereka menuju ke Panitia lalu sampah -sampah plastik ini akan ditimbang lalu dibawa ke tempat  daur ulang sampah plastik lalu  diolah menjadi barang-barang bermanfaat.  Ternyata timbangan sampah mereka terberat jadi  Zaza dan Riri adalan pemenangnya..  Zaza dan Riri senang sekali tidak hanya sebagai pemenang tapi Zaza dan Riri sudah ikut menjaga kebersihan laut.

Zaza dan Riri diajak berkeliling laut naik banana boat. Mereka sangat kagum melihat keindahan laut yang bersih tanpa sampah plastik.  Sejak saat itu Zaza dan Riri tidak hanya suka pergi ke laut tapi juga menjaga kebersihan laut dan menjadi penjemput sampah dilaut tepatnya dipinggir laut.J


Comments

  1. Luar BIASA SAYANG..
    Tinggal bu Diyah edit sedikit ya......
    Mantap 💪💪💪

    ReplyDelete
  2. Terimakasih bu diah sebenarnya itu adalah cerita asli 😁

    ReplyDelete
  3. Woow ... anak hebat luar biasa ... semoga sukses ke depannya ya sayangku cintanya bude 😍😍😘

    ReplyDelete
  4. Wow pajang

    Tapi bagus
    Ini aku lauara

    ReplyDelete
  5. Ini sebenarnya ceritaku saat aku ke rumah uti riri sebenarnya nama aslinya farin dan zaza manaku azzalea.
    Zaza dan riri itu nama samaran kami memang selalu bermain di pantai setiap libur idul fitri 😁😄

    ReplyDelete

Post a Comment