PINO MENCARI IBUNYA
Oleh AZZALEA
Suatu hari didasar laut ada seekor lumba lumba kecil bernama pino dia
sedang mencari ibunya di dasar laut. Ibunya telah lama pergi meninggal kannya
untuk mencari makanan tapi pino sedih karena ibunya belum juga kembali. Akhirnya
pino memberanikan diri untuk mencari ibunya. Pino mencari ibunya ke dasar laut,di
balik karang dan pino punbertanya ke pak
paus,kakek gurita,bibi marlin dan paman penyu tapi mereka semua tidak melihat
nya akhirnya di mencoba untuk mencari ke
pingir pantai tapi kata si bibi marlin “jangan
kesana pino nanti kamu tidak bisa
kembali karena disana banyak orang” “sebenarnya
aku takut tapi mau bagaimana lagi aku khawatir dengan ibuku” kata pino “ya..sudah
kalok kamu memaksa tapi hati hati ya…” saut bibi marlin “baik terimaksih bibi”saut
pino akhirnya pino pun pergi ke tepi pantai.
Pino
meliat se grumbulan orang memoto sebuah ikan besar yang terdampar tapi
sepertinya pino mengenalnya. Setelah semua orang pergi tim penyelamat hewan datang dan menghampiri ikan
besar tersebut. Pino melihat dari kejauhan “sepertinya itu ibu ku” kata
pino dengan nada sedih air matanya
kaluar deras.
Pino
mendengar kabar dari penyelamat hewan laut bahwah seekor lumba lumba terdampar
dengan keadaan mati dan di dalam perut nya ditemukan banyak sampah plastik yang
dia telan.
Sejak
peristiwa itu pino selalu berdoa “ tolong lindungi kami selamatkan kami dari
sampah sampah palstik yang membahyakan ikan-ikan, penyu, gurita, ubur-ubur, burung
laut dan teman kami di laut lainya agar
tidak ada lagi yang membuang sampah di laut
dan tidak ada korban lagi seperti ibu pino. Pino berharap pino dan
temanya dapat berkembang biak semakin banyak, hidup dengan aman dan laut bersih
tanpa sampah.



Ya Allah mbak azel, mom baru baca koq sudah sedih pantesan mbak azel ketik ceritanya sampe nangis 😥
ReplyDeleteMasyaAllah ceritanya sederhana tapi koq buat sedih ya mbak azel, terus semangat ya mbak azel tulis cerita lainya😘
ReplyDeleteMasya Allah...ceritanya menyebtuh sayang ...
ReplyDeleteWaah.. bagus Azel, ibu suka ceritanya, ikut sedih karena Pino kehilangan ibunya, selain itu sedihnya lagi karna laut yang masih saja banyak sampah plastik karna ulah manusianya juga.
ReplyDeleteIyaa aku juga ngetiknya nangis
ReplyDelete😢